Makalah Dampak Akreditasi Sekolah

DAMPAK AKREDITASI SEKOLAH

DALAM PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Individu

Mata Kuliah  Manajeman Pendidikan dan Akreditasi Sekolah

 Yang Diampu Oleh

Dr. Yovitha Yuliejatiningsih, M.Pd. dan Trimo, S.Pd. M.Pd.

Oleh :

HABIBI      11510035

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN

 PROGRAM PASCASARJANA (S2)

IKIP PGRI SEMARANG

2012

i

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT atas selesainya penyusunan makalah ini.

Makalah ini membahas tentang Dampak akreditasi sekolah dalam Peningkatan Kinerja Sekolah terdiri atas Bab I Pendahuluan meliputi;  Latar Belakanng, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan , Bab II Pembahasan meliputi ; Hubungan Akreditasi sekolah dan Peningkatan Kinerja sekolah, Dampak Akreditasi Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah , Bab III Penutup berisi Kesimpulan dan Saran.

Makalah disusun untuk memenuhi tugas  UTS mata kuliah Manajemen Pendidikan dan Akreditasi Sekolah  yang diampu oleh Dr. Yovitha Yuliejatiningsih, M.Pd. dan Trimo. S.Pd., M.Pd.

Makalah ini sangat jauh dari sempurna, hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber dan kemampuan yang penyusun miliki. Namun demikian kami berharap makalah ini membawa manfaat dan tambahan pengetahuan khususnya bagi kami dan umumnya para pembaca. Amin.

Batang,  Desember  2012

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul            ……………………………………………………….            i

Kata Pengantar           ………………………………………………………..           ii

Daftar Isi                     ………………………………………………………..          iii

Bab I. Pendahuluan       ……………………………………………………..            1

  1. Latar Belakang            ……………………………………………….            1
    1. Rumusan Masalah       ……………………………………………….             2
    2. Tujuan Penulisan         ……………………………………………….             3

Bab II. Pembahasan                ……………………………………………….             4

  1. Hubungan Akreditasi sekolah dan Peningkatan Kinerja sekolah        .             4
  2. Dampak Akreditasi Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah      .             6

Bab III. Penutup         ………………………………………………………

  1. Kesimpulan     ………………………………………………………              8
  2. Saran               ………………………………………………………              8

Daftar Pustaka                        ………………………………………………………             9

iii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Akreditasi sekolah  merupakan  kegiatan penilaian  yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagai bentuk akuntabilitas publik yang  dilakukan secara obyektif, adil, transparan  dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.

Latar belakang adanya  kebijakan akreditasi   sekolah di   Indonesia adalah bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, maka setiap satuan/program pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan/program pendidikan.

Tujuan diadakannya kegiatan akreditasi sekolah/madrasah ialah:

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakannya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
  2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan.
  3.  Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada  program dan atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait.

Pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya peningkatan mutu Sekolah/Madrasah dan rencana pengembangan Sekolah/Madrasah.
  2. Dapat dijadikan sebagai motivator agar Sekolah/Madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional.

1

  1. Dapat dijadikan  umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja    warga Sekolah/Madrasah dalam rangka menerapkan visi,  misi, tujuan, sasaran, strategi  dan program Sekolah/Madrasah.
  2. Membantu mengidentifikasi Sekolah/Madrasah dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah, investasi dana swasta dan donatur atau bentuk bantuan lainnya.
  3. Bahan informasi bagi Sekolah/Madrasah  sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga dan dana.
  4. Membantu Sekolah/Madrasah dalam menentukan dan mempermudah kepindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain, pertukaran guru dan kerjasama yang saling menguntungkan.

Berdasarkan uraian di atas menunjukkan betapa pentingnya akreditasi sekolah bagi upaya peningkatan mutu dan layanan serta penjaminan mutu sebuah satuan pendidikan.

Dalam kenyataan di lapangan bahwa akreditasi sekolah lebih banyak dimaknai untuk memperoleh status dan pengakuan secara formal saja. Sementara makna sesungguhnya belum banyak diketahui dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Ini terbukti bahwa kinerja sekolah akan meningkat ketika akan dilakukan kegiatan akreditasi dengan menyiapkan seluruh perangkat administrasi sesuai dengan instrument yang ada, sementara setelah akreditasi berlangsung dan memperoleh sebuah pengakuan maka kinerja dari komponen sekolah kembali seperti semula. Hal inilah yang menjadi keprihatinan, maka tulisan ini akan membahas dampak akreditasi sekolah dalam peningkatan kinerja sekolah.

  1. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa hubungan akreditasi sekolah dengan peningkatan kinerja sekolah?
  2. Apa dampak akreditasi sekolah dalam peningkatan kinerja sekolah?

2

  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah adalah untuk mengetahui hubungan antara akreditasi sekolah dengan peningkatan kinerja sekolah dan apa dampak dari akreditasi sekolah dengan peningkatan kinerja sekolah.

3

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Hubungan Akreditasi Sekolah Dan Peningkatan Kinerja Sekolah

Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah.

Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah : Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturana Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002.

Sedangkan tujuan dari Akreditasi sekolah bertujuan untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah.

Fungsi akreditasi sekolah adalah : (a) untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator amalan baik sekolah, (b) untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan (c) untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi.

Prinsip – prinsip akreditasi yaitu : (a) objektif, informasi objektif tentangg kelayakan dan kinerja sekolah, (b) efektif, hasil akreditasi memberikan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, (c) komprehensif, meliputi berbagai aspek dan menyeluruh, (d) memandirikan, sekolah dapat berupaya meningkatkan mutu dengan bercermin pada evaluasi diri, dan (d) keharusan (mandatori), akreditasi dilakukan untuk setiap sekolah sesuai dengan kesiapan sekolah

Sistem akreditasi memiliki karakteristik : (a) keseimbangan fokus antara kelayakan dan kinerja sekolah, (b) keseimbangan antara penilaian internal dan eksternal, dan (d) keseimbangan antara penetapan formal peringkat sekolah dan umpan balik perbaikan

4

Akreditasi sekolah dilaksanakan mencakup : (a) Lembaga satuan pendidikan (TK, SD, SMP, SMA) dan (b) Program Kejuruan/kekhususan (SDLB, SMPLB, SMALB, SMK)

Akreditasi sekolah mencakup penilaian terhadap sembilan komponen sekolah, yaitui (a) kurikulum dan proses belajar mengajar; (b) administrasi dan manajemen sekolah; (c) organisasi dan kelembagaan sekolah; (d) sarana prasarana (e) ketenagaan; (f) pembiayaan; (g) peserta didik; (h) peranserta masyarakat; dan (1) lingkungan dan kultur sekolah. Masing-masing kompoenen dijabarkan ke dalam beberapa aspek. Dari masingmasing -aspek dijabarkan lagi kedalam indikator. Berdasarkan indikator dibuat item-item yang tersusun dalam Instrumen Evaluasi Diri dan Instrumen Visitasi.

Akreditasi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut : (a) pengajuan permohonan akreditasi dari sekolah; (b) evaluasi diri oleh sekolah; (c) pengolahan hasil evaluasi diri ; (d) visitasi oleh asesor; (e) penetapan hasil akreditasi; (f) penerbitan sertifikat dan laporan akreditasi.

Dalam mempersiapkan akreditasi, sekolah melakukan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada Badan Akreditasi Propinsi (BAP)-S/M untuk SLB, SMA, SMK dan SMP atau kepada Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota untuk TK dan SD Pengajuan akreditasi yang dilakukan oleh sekolah harus mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Dinas Pendidikan; (b) Setelah menerima instrumen evaluasi diri, sekolah perlu memahami bagaimana menggunakan instrumen dan melaksanakan evaluasi diri. Apabila belum memahami, sekolah dapat melakukan konsultasi kepada BAN-SM mengenai pelaksanaan dan penggunaan instrumen tersebut; (c) Mengingat jumlah data dan informasi yang diperlukan dalam proses evaluasi diri cukup banyak, maka sebelum pengisian instrumen evaluasi diri, perlu dilakukan pengumpulan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai sumber data dan informasi.

5

 

Berdasarkan berbagai hal di atas maka ada hubungan yang sangat erat antara pelaksaaan akreditasi sekolah dengan upaya peningkatan kinerja sekolah. Sekolah yang akan dilakukan akreditasi maka seluruh komponen yang terlibat di dalamnya baik kepala sekolah, guru, staf tata usaha, komite sekolah, siswa dan stake holder lainnya harus benar-benar bekerjasama dan meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Apabila setiap komponen yang terlibat bekerja sesuai dan memenuhi instrument akreditasi maka akan ada peningkatan kinerja dari sekolah itu.

Pengalaman dari penulis yang sekolahnya pernah dilakukan akreditasi maka sebelum dilakukan akreditasi, sekolah melakukan berbagai persiapan yaitu dengan membentuk Tim yang membidangi 8 standar yang akan dilakukan penilaian sesuai ketentuan BNSP. Tugas dari masing-masing tim adalah mencermati dan menyiapkan bukti fisik dari indicator dan instrument yang ada dalam penilaian akreditasi tersebut. Melalui bimbingan dari pengawas sekolah yang ditunjuk sebagai pendamping maka semua komponen sekolah yang terlibat menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan prosedur yang ada setelah semua persiapan dianggap cukup maka sekolah mengisi instrument akreditasi sebagai bentuk  melakukan evaluasi diri dan dikirimkan ke badan akreditasi sekolah/madrasah tingkat provinsi. Selanjutnya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh BAS/M provinsi ditindaklunjuti dengan visitasi atau penilaian. Proses menyiapkan diri untuk diakreditasi inilah yang terlihat adanya upaya sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah yaitu masing-masing warga sekolah bekerja sesuai dengan indicator dan instrument akreditasi yang ada dengan harapan untuk memperoleh penilaian kinerja yang terbaik.

  1. Dampak Akreditasi Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Sekolah

Dampak  Akreditasi sekolah dalam peningkatan kinerja sekolah menunjukkan hal yang signifikan. Dengan adanya akreditasi sekolah mengharuskan stake holder yang ada dalam suatu sekolah menyiapkan segala bentuk perangkat yang akan dinilai untuk memenuhi kriteria seperti yang diharapkan. Adapun dampak yang lain dapat berupa dampak yang bersifat positif dan dampak yang berakibat negative.

Dampak positif dari akreditasi sekolah antara lain:

  1. Tumbuhnya kesadaran dari warga sekolah untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing baik sebagai kepala sekolah, guru, staf TU, siswa dan komite sekolah.

6

  1. Tumbuhnya kesadaran dari warga sekolah untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam proses akreditasi.
  2. Tumbuhnya kesadaran bekerjasama seluruh komponen sekolah untuk mendapatkan  penilaian yang terbaik terkait hasil dari akreditasi.
  3. Mengetahui kekurangan yang dimiliki oleh sekolah sebagai bahan perbaikan dan pembinaan sekolah ke depan.
  4. Tumbuhnya kesadaran meningkatkan mutu pendidikan melalui pencapaian standar yang telah ditetapkan.
  5. Tumbuhnya kebanggaan dari segenap warga sekolah  dan mempertahankan hasil akreditasi apabila telah memperoleh yang terbaik misalnya terakreditasi A.

Dampak negative dari akreditasi sekolah antara lain:

  1. Peningkatan kinerja dari komponen sekolah hanya sebatas ketika akan dilakukan akreditasi sementara setelah selesai akan kembali seperti semula.
  2. Adanya berbagai macam rekayasa data hanya sekedar untuk memenuhi penilaian sementara pada proses yang sebenarnya tidak dilakukan seperti dalam pembuatan bukti-bukti fisik.
  3. Status akreditasi kurang membawa pengaruh bagi pembinaan sekolah karena hanya sekedar member status dan label.

7

BAB III

PENUTUP

  1. Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan akreditasi sekolah akan memacu komponen  sekolah untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan pelayanan, karena kinerja sekolah akan dinilai sesuai dengan criteria berdasarkan indicator dan instrument yang ada. Penilaian Akreditasi sekolah membawa dampak positif terhadap warga sekolah untuk tumbuhnya kesadaran memberikan pelayanan yang terbaik dan melakukan pemenuhan berbagai standar yang telah ditetapkan. Penilaian akreditasi sekolah juga menjadikan tumbuhnya kerjasama diantara warga sekolah untuk memperoleh status akreditasi yang terbaik.

Penilaian akreditasi juga bisa berdampak negative manakala warga sekolah hanya berusaha untuk memperoleh nilai dan status akan tetapi untuk memperolehnya dengan cara melakukan rekayasa data, akibatnya setelah penilaian akreditasi sekolah selesai akan kembali seperti semula dan baru akan tumbuh semangatnya kembali saat akan diakreditasi.

  1. Saran

Kepada seluruh komponen sekolah supaya selalu meningkaatkan kinerja dan memberikan layanan yang terbaik, dengan tidak terpengaruh apakah sekolahnya akan diakreditasi atau tidak. Budaya peningkatan mutu dan semangat dalam memberikan layanan seharusnya dipelihara setiap saat tanpa harus menunggu adanya akreditasi sekolah.

8

DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang No. 20 Tahun 2003  Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 52 tahun 2008 Kriteria Dan Perangkat
Akreditasi SMA/MA.

9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s